Apa itu Social Distancing dalam Upaya Pencegahan Virus Corona?

yoikibojonegoro.com - Apa itu Social Distancing dalam Upaya Pencegahan Virus Corona?
Merebaknya virus pandemik, virus corona (COVID-19) di beberapa kota di Indonesia beberapa hari terakhir bukanlah hal yang baik-baik saja.

Pemerintah pun tengah berjuang untuk mengatasi penyebaran virus yang berasal dari kota Wuhan ini dengan berbagai upaya. Gaya hidup sehat dan secara rutin mencuci tangan dengan sabun selalu digembar gemborkan.

virus corona
Stay Safe lur | sc: freepik.com

Seperti yang dilakukan oleh Bapak Anies Baswedan selaku Gubernur Jakarta tengah gencar menggalakkan praktik social distancing meassures dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di provinsi jakarta agar tidak semakin meluas.

Apa itu Social Distancing ?

Mengutip dari laman resmi Center for Disease Control dan Prevention (CDC) AS, social distancing adalah menjauhi perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak antar manusia. Jarak yang dianjurkan oleh pemerintah AS adalah sekitar dua meter.

Perlu diketahui nih lur, salah satu cara penyebaran virus corona (COVID-19) yaitu melalui partikel air liur (droplet) yang ditularkan dari penderita ketika bersin ataupun batuk.

Sebab virus ini ditularkan dari manusia ke manusia, social distancing dilakukan dengan tujuan mencegah bercampurnya antara orang tertular dengan orang yang belum tertular virus corona dengan cara menjaga jarak atau kontak.

Upaya menjaga kontak seperti social distancing dianggap dapat meminimalisir penyebaran virus corona (COVID-19) yang saat ini begitu masif penyebarannya.

Peran Individu dan Pemerintah dalam praktik Social Distancing


Social Distancing pada penerapannya untuk mencegah persebaran virus corona bisa dilakukan oleh setiap individu ataupun diarahkan langsung oleh pemerintah setempat.
social distancing
Stay at Home | sc: freepik.com

 Bentuk Social Distancing secara individu yang bisa dulur lakukan seperti, menghindari tempat ramai seperti pusat perbelanjaan, konser hiburan, dan event-event lain yang dimana bertemu dan berkumpul beramai-ramai dengan banyak orang.

Selain itu, tidak dianjurkan untuk melakukan jabat tangan ataupun berpelukan ketika bertemu orang lain, bukan masalah mahram ya lur sebab dulur harus menjaga jarak paling aman sekitar dua meter dari orang lain.

Peran pemerintah dalam social distancing juga bisa dilakukan dengan cara menutup ruang publik, tempat wisata, serta penangguhan event-event yang bakal digelar.

Hal tersebut sudah diterapkan oleh beberapa pemerintah seperti DKI Jakarta serta pemerintah yang lain di berbagai kota maupun provinsi sebagai upaya dalam menekan tingkat penyebaran virus corona (COVID-19)


Efektifkah Praktik Social Distancing dalam Menangkal Penyebaran Virus Corona (COVID-19)


WHO badan kesehatan dunia telah mengkategorikan virus corona sebagai pandemi yaitu sebagai penyebaran penyakit baru ke seluruh dunia.

WHO juga telah merekomendasikan negara Indonesia untuk mengurangi penyebaran virus corona dengan menggalakan sosialisasi hidup sehat seperti menjaga kebersihan tangan serta melakukan social distancing seperti yang telah dilakukan oleh negeri Paman Sam, Amerika Serikat.

Mengenai efektifnya praktik social distancing ini berdasarkan pada kejadian tahun 1918 di negara Spanyol yang tengah mengalami pandemi influenza.

Dari studi yang dirilis tahun 2007 mengenai praktik social distancing tersebut ternyata berhasil menekan tingkat kematian pada kota-kota yang mempraktekan praktik ini. Kota kota tersebut mempraktikan social distancing dengan cara melarang pertemuan di ruang publik serta menutup sekolah-sekolah yang ada.


Ngadimin sangat mendukung jika langkah tersebut dilakukan dan diterapkan di lingkungan sekitar kita. Selain itu jangan lupa jaga kesehatan, lakukan pola hidup sehat dan jangan lupa cuci tangan secara rutin.
Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan bisa melewati wabah ini, Amiinn



Posting Komentar

0 Komentar