Ngrasa Sakit Tiba-Tiba Setelah Baca Berita Covid-19? Itu Wajar Kok, Ini Penjelasannya!

yoikibojonegoro.com -
Pernah ngalamin ngga? habis baca berita virus corona, eh tiba tiba ko badan kayak ngerasa sakit.

Sekarang ini masyarakat dunia tengah berjuang melawan wabah penyakit pandemi yang disebabkan oleh virus corona, Covid-19.

Begitupun dengan Indonesia kita, Negara yang masyarakatnya terkenal santuy dan kadang juga bar-bar ini saat ini juga tengah diselimuti rasa khawatir oleh virus Covid-19.

Sejak kasus pertama dua warga depok yang dinyatakan positif Covid-19 pada awal bulan ini (2/3), jumlah orang dengan status positif Covid-19 terus meningkat hingga hari ini.

Sebuah peningkatan yang tidak diharapakan tentunya. Sampai tulisan ini dibuat (25/03) Jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 790 orang, 31 orang dinyatakan sembuh dan 58 orang meninggal dunia.

Sejak virus ini mulai mewabah di berbagai belahan dunia, Pemberitaan mengenai Covid-19 pun selalu menjadi headline news.
sakit saat baca berita virus corona
Habis baca berita corona eh tiba tiba ngrasa sakit | sc : freepik.com

Setiap harinya berita-berita tersebut selalu saja berseliweran di semua media informasi di sekitar kita. Terlebih lagi media sosial kita yang selalu up to date dalam memberikan informasi mengenai Covid-19.

Sebab terlalu seringnya mengenyam berita-berita virus Covid-19 yang selalu muncul di timeline. Kita merasa dihantui oleh rasa takut dan kekhawatiran jika tertular oleh virus ini.

Tak heran jika sehabis baca artikel mengenai virus Covid-19 sebagian dari kita tiba-tiba merasa ngga enak badan. Tenggorokan serasa gatal dan nyeri serta badan kita merasa meriang. Padahal ketika cek suhu tubuh normal-normal saja.

Menurut Dr. Andri, Sp.KJ, FACLP itu wajar kok!


Menurut dr. Andri, Sp.KJ, FACLP yang merupakan seorang dokter Spesialis Kedokteran Jiwa mengatakan jika kalian mengalami gejala-gejala tersebut, itu wajar saja.
dr. Andri, Sp.KJ, FACLP
dr. Andri, Sp.KJ, FACLP | sc : twitter.com/mbahndi
Melalui akun twitternya, Dokter yang mendapatkan pengakuan sebagai Fellow of The Academy of Psychosomatic Medicine (FAPM) di Amerika Serikat menjelaskan jika hal tersebut berkaitan dengan reaksi psikosomatik tubuh.

Apa itu psikosomatik?


Psikosomatik merupakan kondisi atau gangguan saat pikiran yang kita punya sampai memengaruhi kondisi tubuh yang buruk. Reaksi psikosomatik timbul akibat rasa cemas atau khawatir yang ada dalam pikiran kita.

Berita-berita virus Covid-19 yang selalu berlalu lalang secara tidak langsung menimbulkan kecemasan yang dapat menimbulkan reaksi psikosomatik.

Amygdala merupakan pusat rasa cemas yang ada pada tubuh kita menjadi aktif bekerja. Karena teralu aktif Amygdala menjadi kewalahan dan tidak bisa mengatasi pekerjaan yang berat itu.

Ketika amygdala aktif berlebihan, sistem saraf otonom akhirnya juga aktif berlebihan. Akibatnya kita selalu berada di dalam kondisi Fight or Flight, yang artinya selalu siaga dan waspada terus-menerus. Nah, ini menimbulkan ketidakseimbangan, dan munculah gejala psikosomatik sebagai suatu reaksi agar tetap siaga menghadapi ancaman (corona).

Terus gimana ya cara ilangin reaksi psikosomatik ?


Seringnya membaca berita-berita virus Covid-19 membuat rasa 'parno' sendiri yang keluar dari dalam pikiran kita. Oleh karena itu dr. Andri menyarankan untuk mengurangi dan membatasi informasi yang terkait dengan virus Covid-19.

Dengan begitu rasa cemas yang berlebihan bisa lebih berkurang dan tidak sampai menimbulkan gejala-gejala yang tidak mengenakan pada tubuh kita.

Selain itu, kita juga bisa melakukan aktivitas lain yang membuat diri kita tetap hepi selalu. Mungkin dengan melakukan hobi yang disuka selagi masih #TetepDiRumah. 

Yang terpenting, selalu jaga kebersihan, jaga jarak, dan tubuh agar selalu sehat dan prima!

Posting Komentar

0 Komentar